post-image
user

CILEGON- Universitas Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Banten mengadakan pelatihan dan simulasi bencana. Pelatihan yang bertujuan membentuk sekolah siaga bencana itu dilakukan di Cilegon pada 22-23 September 2018.


Kasubag Program dan Evaluasi pada Dinas Pendidikan Kota Cilegon Vania E. Reza menuturkan, kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari Program yang di gagas oleh Badan Perencana Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Cilegon.” kerjasama ini di inisiasi oleh BAPPEDA  Kota Cilegon dimana ada salah satu kajian tentang potensi  bencana sekolah, yang dipetakan. Dan pihak dari Universitas Indonesia merespon dan bekerjasama dengan Dindik Cilegon untuk memberikan pelatihan ini,” jelasnya.


Lebih lanjut Vania menuturkan pelatihan  yang dilakukan lebih difokuskan ke sekolah-sekolah baik SD maupun SMP.” Pelatihan ni merupakan awal bagi Kota Cilegon yang di fakuskan ke SD dan SMP khususnya para Kepala Sekola, namun tidak menutup kemungkinan akan dilakukan di seluruh sekolah yang ada di Kota Cilegon,” tuturnya.


Sementara itu, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Fatma Lestari potensi alam dan industri yang terdapat di Cilegon sepatutnya dijadikan kesempatan untuk mengelola risiko itu. “Tak perlu resah. Potensi itu seharusnya menjadi kesempatan untuk penguatan wilayah dengan koordinasi antar pihak. Semua pihak harus saling melengkapi,” ujarnya.


Menurut Fatma, pelatihan itu juga akan diselenggarakan di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat pada Oktober 2018. “Selain itu, kami akan mengadakan pelatihan dan simulasi bencana di Depok, Jawa Barat tapi waktunya belum dipastikan,” katanya.


Berbagai pihak dilibatkan untuk mengadakan pelatihan itu seperti Palang Merah Indonesia, Fakultas Kedokteran UI, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dan Universitas Tohoku Jepang. Fatma mengatakan, Palang Merah Remaja di sekolah-sekolah juga harus lebih digiatkan.


Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon Muhtar Gozali mengapresiasi kegiatan ini, pasalanya siswa-siswi juga perlu dibekali pengetahuan diluar pelajaran yang rutin dilakukan.” Saya mendukung kegiatan seperti ini, siswa/I juga perlu diberikan pengetahuan bagaimana antisipasi ketika terjadi bencana, terlebih di Cilegon banyak Indutri-industri  selain tsunami juga bencana industry,” ungkapnya.


 


 


 

'