post-image
user

CILEGON- Plt. Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi membuka kegiatan forum konsultasi publik rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2020 yang dilakukan di Aula Bappeda Kota Cilegon, Kamis (24/01).


 


Dalam sambutannya Edi menjelaskan kegiatan ini untuk mengetahui keadaan Daerah Kota Cilegon. "Acara forum konsultasi publik ini sesungguhnya adalah acara pemaparan evaluasi prioritas daerah, kondisi makro daerah, serta sasaran dan prioritas pembangunan daerah oleh Pemerintah kepada pemangku kepentingan di Kota Cilegon," ungkapnya.


 


Lebih lanjut, Edi Ariadi mengatakan kegiatan ini juga dijadikan sebagai masukan dan rekomendasi dari masing-masing pemangku kepentingan. "Acara ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dan rekomendasi dari masing-masing pemangku kepentingan, agar rencana pembangunan yang tengah disusun saat ini dapat menjawab fenomena dan permasalahan yang akan dihadapi oleh Masyarakat di tahun mendatang," jelasnya.


 


Edi Ariadi  juga menjelaskan bahwa tema yang diangkat pada RKPD tahun 2020 ini adalah mewujudkan pembangunan inklusif berbasis kewilayahan. "Melalui tema tersebut, diharapkan hasil-hasil pembangunan yang dilakukan dapat dinikmati oleh seluruh Masyarakat Kota Cilegon, harapan tersebut diwujudkan melalui pembangunan yang memiliki karakteristik yang sesuai dengan permasalahan yang ada di setiap wilayah," tuturnya.


 


Pada kesempatan itu, Beliau mengapresiasi pembangunan ekonomi yang dilakukan di Kota Cilegon. "Pada indikator pertumbuhan ekonomi, Kota Cilegon berada di kisaran 5,59%, hal ini cukup menggembirakan dimana Kota CIlegon berada diatas rata-rata nasional yang berada pada angka 5,07%," terangnya.


 


Menurutnya, tingkat kemiskinan di Kota Cilegon juga berada di posisi kedua terendah di Provinsi Banten. "Tingkat kemiskinan Kota Cilegon adalah yang kedua terendah setelah Kota Tangerang, IPM Kota Cilegon terus naik secara konsisten meningkat terutama sub indikator daya beli, tingkat pengangguran terus menerus mengalami penurunan di angka 9,33% pada tahun 2018 dibandingkan dengan tahun 2017 yang berada pada kisaran 11,88%," tegasnya.


 


 

'