post-image
user

Cilegon- Sebanyak 148 orang  Guru Olahraga Tingkat Sekolah Dasar se-Kota Cilegon mengikuti pelatihan Seni Budaya pencak silat yang diadakan oleh Dinas Pendidika Kota Cilegon bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cilegon, Kamis (25/4) di Lapangan Futsal El-tri. Pela­tihan ini digelar untuk me­ning­katkan kualitas para guru olahraga dan memahami olahraga Pencak Silat secara berkesinambungan. “Ini juga bagian dari upaya kami untuk menciptakan pesi­lat Cilegon  yang berkualitas. Karena, maju mundurnya pres­tasi seorang atlet, sangat diten­tukan oleh pelatihnya,” ujar Ketua PGRI Kota Cilegon Wandi Wahyudin.


Lebih lanjut Wandi Wahyudin mengungkapkan, Pencak Silat merupakan seni beladiri asli Indonesia yang harus dipertahankan, agar generasi kedepan tetap terjaga.” Di Cilegon sendirikan banyak peguron-peguron silat yang cukup luar biasa, kita coba menggandeng semua peguron silat untuk bersama-sama memajukan seni budaya pencak silat ini khususnya di Cilegon dan umumnya di Indonesia, dimulai dari sejak dini,” tuturnya.


Sementara itu, Feriyana selaku Koordinator Derah Cilegon Pencak Silat Terumbu Banten mengapresiasi kepada Pemerintah Kota Cilegon dan PGRI Kota Cilegon yang telah antusias dan turut membantu melestarikan kesenian khas Banten.” Saya ucapkan terikasih kepada Pemkot Cilegon dan PGRI yang telah membantu melestarikan pencak silat sehingga terbentuknya pelatihan ini,” ujarnya.


Dikatakan Feriyana, pencak silat merupakan tradisi Banten yang harus dijaga dan dikenalkan kepada generasi selanjutnya, agar kelestariannya tetap ada.” Saya Mengintruksikan kepada peguran yang ada di cilegon agar bersama-sama melestarikan seni budaya pencak silat, dimana targetnya saat ini yakni siswa-siswi Sekolah Dasar agar lebih mengenal seni budayannya sendiri,” ungkapnya.


Feriyana juga berharap, agar kegiatan semacam ini tidak hanya terbatas saat ini saja, namun bisa berkelanjutan.” Keinginnnya agar pencak silat ini tidak hanya sebagai Extrkurikuler (eskul) saja akan tetapi masuk kedalam Muatan Lokal (Mulok) di sekolah,” harapnya.


 


 

'