post-image
user

CILEGON – Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pajak Wilayah III Grogol-Pulomerak pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cilegon melakukan sortir Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan SPPT-PBB.


Hal itu dilakukan untuk mencocokan antara fisik SPPT-PBB dan Daftar Himpunan Ketetapan Pajak (DHKP) sebelum disebarkan kepada masyarakat.


Kepala Sub Bagian UPT Pajak Wilayah III Grogol-Pulomerak pada BPKAD Kota Cilegon, Ista Addi Wisudawan menjelaskan, ada sekitar 30.700 SPPT-PPB yang disortir sebelum dibagikan pada Juni mendatang. Hal tersebut untuk memastikan adanya bukti fisik SPPT-PPB dengan DHKP, sehingga nantinya memudahkan warga untuk melakukan penyetoran pajak.


“Sudah hampir 1 bulan kami lakukan sortir untuk dokumen fisik SPPT-PBB. Nantinya jika selesai maka akan dibagikan kepada warga, melalui tokoh masyarakat, pemuda, RT, RW atau yang lainnya,” katanya kepada Banten Raya saat memantau proses sortir di Kantor UPT Pajak Wilayah III Grogol-Pulomerak di Perumahan Arga Baja Pura, Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, Kamis (2/5).


Ista menyatakan, 30.700 SPPT-PBB tersebut terinci untuk Kecamatan Grogol sebanyak 18.476 dengan rincian buku 1 dengan nilai pajak 0 sampai 100 ribu sebanyak 14.746, buku 2 diatas Rp100 ribu sampai Rp500 ribu sebanyak 3.258, buku 3 dengan nilai pajak diatas Rp500 sampai Rp2 juta sebanyak 247, buku 4 untuk ilai pajak diatas 5 juta sebanyak 90 dan buku 5 dengan nilai pajak diatas Rp5 juta sampai tak terhingga sebanyak 135.


Untuk di Kecamayan Pulomerak, papar Ista, ada 12.224 dengan rincian buku 1 dengan nilai pajak 0 sampai 100 ribu sebanyak 9.281, buku 2 diatas Rp100 ribu sampai Rp500 ribu sebanyak 2.572, buku 3 dengan nilai pajak diatas Rp500 sampai Rp2 juta sebanyak 185, buku 4 untuk ilai pajak diatas 5 juta sebanyak 99 dan buku 5 dengan nilai pajak diatas Rp5 juta sampai tak terhingga sebanyak 87.


“Total semuanya ada 30.700, dengan masing masing Kecamatan Grogol sekitar  18.476 dan Kecamatan Pulomerak 12224  SPPT-PPB,” paparnya.


Sementara itu, Kepala UPT Pajak Daerah Wilayah III  Grogol-Pulomerak (BPKAD) Kota Cilegon, Hadi Permana menyatakan, pihaknya menargetkan sekitar 24 persen dari target Kota Cilegon yang mencapai Rp88 miliar lebih atau sekitar Rp21 miliar lebih. Hal tersebut diharapkan bisa tercapai dengan metode roadshow yang sudah dijalankan.


“dengan metode menjemput bola, kami berharap bisa tercapai untuk target yang sudah ditentukan sekitar 24 persen. Sebab, pada tahun lalu (2018) dari terget sekitar Rp83 miliar untuk Kota Cilegon, UPT berhasil mencapai 21 persennya,” paparnya.


 

'