post-image
user

PC.Cilegon- Dinas Komunikasi Informatika Sandi dan Statistik (Diskominfo) Kota Cilegon menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Tahap III Gerakan Menuju 100 Smartcity bagi seluruh OPD di Aula Setda II, Kamis (5/9). Selain memberikan arahan kepada OPD untuk membuat Quick Wins dalam jangka pendek, diharapkan OPD juga dapat merumuskan program dalam jangka menengah dan jangka panjang.


Kepala Seksi (Kasi) SPBE Adi Tri Prasetyo menjelaskan, bimtek ini bertujuan untuk penajaman roadmap, baik jangka pendek dengan pembuatan quick wins, jangka menengah, sampai dengan jangka panjang program cilegon smartcity. Dalam perumusan program tersebut juga ada variabel-variabel yang harus diperhatikan, salah satunya adalah terkait dengan regulasi. "Seperti layanan panggilan darurat 112 itu telah diatur dalam Perwal 23/2018. 112 merupakan salah satu program quick wins Cilegon Smartcity yang sudah dilakukan oleh Diskominfo Kota Cilegon," katanya disela acara bimtek.


Selain aturan, imbuh Adi, program smartcity milik OPD tersebut perlu dukungan infrastruktur pendukung, sehingga dalam proses pengaplikasian program bisa berjalan dengan baik. "Utk layanan panggilan darurat 112, secara regulasi telah ada, dukungan infrastruktur, aplikasi, dan SDM call taker juga telah ada. Ini penting agar program bisa diimplemenasikan secara baik," imbuhnya.


Adi menambahkan, variabel terakhir yang harus diperhatikan dalam program smartcity OPD ialah adanya dukungan aplikasi digital. Jika program sudah berbasis online maka dapat diakses oleh warga. "Aplikasi pendukungnya juga perlu ada, sehingga implementasi program bisa saling melengkapi," paparnya.


Sementara itu, Kepala Diskominfo Achmad Jubaedi menyampaikan, perumusan strategi tersebut dilakukan untuk membangun komitmen berkelanjutan dengan jelas dan terukur, sehingga ada komunikasi yang jelas antar stake holder, penentuan visi pencapaian kota cerdas, integrasi dengan kebijakan dan struktur tata kelola pemerintah, pemahaman akan holistik yang jelas tentang bagaimana kota cerdas dapat bersifat sustansibel bisa dilakukan. "Bimtek ini diharapkan mampu merumuskan langkah dan program menuju smartcity, sehingga ada komitmen dan keterintegrasian program bisa dilakukan," imbuhnya.


"Selain itu bimtek juga untuk merumuskan detail pentahapan smart city dari unsur smart governance (tata kelola dan pembangunan), smart economy (tata kelola perekonomian daerah), smart society (tata kelola pendidikan daerah), smart living (tata kelola kehidupan dan penghijauan), smart environment (tata kelola lingkungan) dan smart branding (infrastruktur dan pariwisata). Rumusan tersebut harus selaras dengan visi dan misi pembangunan pemerintah. Sebab smart city merupakan rincian penjabaran teknis dari RPJMD Kota Cilegon 2016-2021.” Acara ini juga diharapkan bisa memunculkan inovasi yang mampu menjadi target dan stimulan penunjang dalam pelaksanaan tugas dan fungsi program berbasis digital,” tutupnya.

'