post-image
user

Cilegon- Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menggelar peringatan 1 Muharram 1441 Hijriah. Kegiatan tersebut dilaksanakn di Aula islamic Center Cilegon, Rabu (11/9). Pada kegiatan tersebut juga dilakukan santunan terhadap 100 anak yatim serta pemberian penghargaan kepada pemenang lomba pildacil putera dan puteri serta siraman rohani dan berlaku sebagai pembicara Prof.Dr. KH. Udi Mufrodi.


Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Walikota Cilegon, Wakil Walikota Cilegon, Sekertaris Sekda Kota Cilegon, Asda I, II dan III, Unsur Forkompinda Kota Cilegon, Ketua Pimpinan DPRD (sementara), Pejabat Eselon III dan IV, Pegawai dilingkungan Pemkot Cilegon serta perwakilan dari majlis ta’lim yang ada di Kota Cilegon.


Walikota Cilegon Edi Ariadi mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1441. “Marilah kita selalu berharap kepada Allah SWT semoga setiap langkah dan perilaku kita akan menjadi lebih baik dan segala kesulitan yang kita hadapi selalu dimudahkan oleh Allah SWT,” tuturnya.


Lanjutnya, Edi mengajak kepada seluruh masyarakat agar membangun semangat baru untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. “Setiap kita memasuki tahun baru hendaklah muncul kesadaran baru dalam diri kita yaitu kesadaran bertambahnya usia hidup kita. Dengan bertambahnya usia haruslah kita tandai dengan bertambahnya kualitas diri, kemantapan berpikir, dan kedewasaan sikap, dan juga semakin bagus dalam beribadah kepada Allah SWT,” ajaknya. 


Selain itu, Edi juga menyampaikan kepada Aparatur Pemerintah Kota Cilegon agar selalu menyantuni saudara-saudara kita yang tidak mampu terutama kepada anak yatim. “Melalui tradisi menyantuni terhadap sesama kita juga sudah ikut andil dalam menghidupkan semangat keislaman yang ada dalam diri kita, serta membawa kemaslahatan terhadap sesama dan mampu memberikan kedamaian ummat islam,” jelasnya.


Kedepannya, Edi berharap disetiap tanggal 10 Muharram yang akan datang hendaknya dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada setiap anak yatim piatu yang ada di Kota Cilegon. ”Bulan Muharram ini saat yang tepat untuk memperhatikan nasib anak-anak yatim karena dengan sedikit besarnya yang kita berikan kepada mereka itu adalah bentuk kepedulian kita terhadap anak-anak yatim. Maka dari itu saya ingin kegiatan ini bisa berlanjut dan tidak berhenti di tengah jalan,” ujarnya. 


 

'