post-image
user

PC.CILEGON– Kelompok Masyarakat (Pokmas) Kelurahan Karang Asem, Kecamatan Cibeber melalui Dana Pembangunan Wilayah Kelurahan (DPWKel) membangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu). Selain Rutilahu di termin II tersebut juga dibangun tembok penahan tanah (TPT), paving block dan drainase.


Ketua Pokmas Kelurahan Karang Asem, Sarmadi menjelaskan, di termin kedua tersebut sejumlah program tengah dijalankan. Utamanya Rutilahu diharapkan membuat warga mendapatkan tempat tinggal yang layak. Untuk TPT dan drainase diharapkan mampu menghindari banjir yang biasanya terjadi akibat buruknya drainase dan TPT. “Ada sejumlah lingkungan yang dibangun, Lingkungan Jerang Barat, Curug Grotan dan erang Ilir. Ini kami harapkan bisa membantu warga,” katanya kepada Banten Raya, Selasa (1/9).


Sarmadi menyatakan, pembangunan sarana dan prasarana wilayah (Sarpraswil) dibangun berdasarkan kebutuhan yang sudah tertuang daam perencanaan pembangunan, baik musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) dari tingkat rt sampai kelurahan.“Ini juga sudah sesuai dengan perencanaan dan kebutuhan pembangunan, khususnya drainase untuk bisa menanggulangi banjir yang biasa terjadi karena tidak adanya resapan air, serta TPT untuk menghindari abrasi tanah karena air hujan,” imbuhnya.


Sementara itu, Lurah Karang Asem, Halil mengungkapkan, memberikan apresiasi kepada Pokmas yang telah melaksanakan termin II DPWKel secara baik. Hal tersebut diharapkan bisa diteruskan sesuai dengan perencanaan yang sudah dibuat dan seusia dengan petunjuk teknis (Juknis) dan petunjuk pelaksanaan (Juklak). “Yang penting dilaksanakan dengan transparan dan sesuai dengan arahan. Jangan sampai melenceng dari apa yang sudah diatur. Sebab, penggunaan anggaran tersebut harus dipertanggungjawabkan,” imbuhnya.


Halil memaparkan, Pokmas juga adlam membangun harus sinergis dengan warga, sehingga berbagai kendala dilapangan bisa teratasi. Sebab, jangan sampai ada warga yang salah paham dengan adanya pembangunan yang dilakukan oleh Pokmas.“Jangan sampai ada pengurus RT dan Rw yang tersinggung, sehingga sekecil apapun jenis pembangunan yang dilakukan Pokmas harus koordinasi dan menyampaikan kepada aparat setempat,” imbuhnya. 


 

'