post-image
user

PC.CILEGON– Konsep pertanian perkotaan atau lebih dikenal dengan urban farmer dilombakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Hal itu agar warga Kota Cilegon sebagi warga pekotaan mampu memanfaatkan pekarangan rumah seadanya untuk menanam palawija dan sayur mayur.


Kepala Seksi Ketersediaan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Wawan Setiawan menyatakan, pihaknya sengaja menyosialisasikan konsep urban farmer melalui lomba Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Hal itu untuk memotivasi warga atau kelompok tani yang ada sitiap kelurahan untuk bersaing.“Ini sengaja untuk kelompok tani dan warga agar lebih semangat, sehingga nantinya pembinaan bisa berjalan terus,” katanya usai melakukan penilaian di Kelompok Wanita Tani (KWT) Periuk, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Senin (7/10). 


Wawan menyatakan, saat ini sudah 7 kelurahan yang mewakili masing-masing kecamatan di nilai, sisanya satu lagi di Kecamatan Citangkil. Dalam penilainnya, imbuh Wawan, hampir seluruh persyaratan kawasan pertanian, pertanian rumah, peternakan perikanan ada. Namun, hanya satu saja yaitu tanaman hias yang memiliki nilai ekonomis saja yang belum ada di setiap lokus lomba. “Kalau sisi tanaman sayur-mayur dan pengganti makanan sudah ada, tinggal tanaman hias saya yang belum ada,” paparnya.


Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan Jombang, Thorfatul Uyun menjelaskan, pihaknya senantiasa terus melakukan pembinaan terkait dengan KWT yang ada di kelurahan-kelurahan di Kecamatan Jombang. “Ada (KWT) sebagai lumbung hidup, dimana di dalam pekarangan itu persediaan pangan pokok seperti jagung, umbi-umbian, aneka sayuran dan buah-buahan ada. Atau bisa jga sebagai sebagai warung hidup,” jelasnya.


Sementara itu, Ketua TP PKK Kelurahan Sukmajaya, Fitriyah Rizki Kurniawan mengungkapkan, KWT Periuk sudah ada semenjak 2016, sehingga KWT tersebut bukan hanya dipersiapkan untuk lomba saja. Namun sudah menjadi budaya warga.“Sudah 2016 ada sekarang peternakan dan pertanian sudah cukup besar. Bahkan, setiap hasil penjualan keuntungannya dibagi kepada seluruh anggota KWT,” pungkasnya. 


 


 

'