post-image
user

PC. CILEGON- Pemerintah Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang menggelar kegiatan monitoring dan pembinaan adminitrasi dokumen kependudukan (Adminduk) warga pendatang disejumlah kontrakan di wilayahknya, Senin (7/10). Hal itu dimaksudkan untuk terus membangun kesadaran warga pendatang untuk mengurus dokumen kependudukan Kota Cilegon.


Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) Kelurahan Sukmajaya, Faisal Noviardi menyatakan, monitoring sendiri dilakukan untuk mencegah sejumlah kerawanan tindak kejahatan, dengan identitas warga yang jelas diharapkan aktifitas warga di sekitar kontrakan bisa terus terpantau. "Ada 3 bedengan yang dimonitoring. Kami masih temukan sejumlah warga yang belum memiliki adminduk. Nah ini kami berikan pembinaan supaya secepatnya mengusur dokumen kependudukan Kota Cilegon,” katanya saat monitoring.


Faisal menjelaskan, saat monitoring pihaknya masih sejumlah warga yang sudah tinggal bertahun-tahun namun belum memiliki KTP Cilegon. Sementara, untuk kejadian lainnya seperti asangan mesum, bukan suami istri atau warga yang tidak memiliki indentitas sama sekali tidak terjadi. "Karena kebanyakan pedagang dan sudah berkeluarga maka sekarang sudah aman terkendali tidak ada kejadian rusuk atau juga lainnya. Hari ini (kemarin-red) monitoring juga alhamdulillah tidak terjadi apa-apa,” imbuhnya.


Kepala Seksi (Kasi) Pemerinatahan dan Ketertiaban Umum Kelurahan Sukmajaya, Andi Shofandi menyatakan, pihaknya melakukan monitoring dan pembinaan secara rutin, khususnya kepada warga yang kedapatan belum beridentitas Kota Cilegon. Pihaknya juga melakukan imbauan agar  secepatnya mengurus. “Selalu kami sampaikan imbauan kepada mereka. Kami hanya melakukan pembinaan saja untuk penindakan menjadi kewenangan Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja),” paparnya.


Luruah Sukajaya, Ade Rizki Kurniawan menyatakan, sebagai wilayah dimana cukup berdekatan dengan pusat pasar dan juga perdagangan, maka banyak sekali pendatang yang tinggal sementara atau mengontrak, sehingga kondisi tersebut memerlukan monitoring yang rtin untuk mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan. “Kami monitoring rutin. Kami juga meminta kepada pemilih\k bedengan untuk bisa kooperatif dan mendata dengan baik semua warga yang mengontrak, sehingga keberadaanya selalu termonitor,” singkatnya. 


 


 

'