user

edi

Drs.H.Edi Ariadi,M.Si

Sebagian dari kita tentu sudah tidak asing dengan figur Wakil Walikota Cilegon Drs.H.Edi Ariadi, Msi. Dalam aktivitas tugas pekerjaan dan keseharian, ia dikenal dengan sikapnya yang tegas, jujur, low profile, bersahaja dan pandai bergaul dengan semua kalangan. Bahkan diluar pekerjaannya mendampingi Walikota Cilegon, Edi juga dikenal dengan komunitas Motor Gede (Moge)-nya.

Edi lahir  di Serang 8 Juni 1956 sebagai anak kedua dari tujuh bersaudara buah hati pasangan Muhammad Enoch (alm) seorang pensiunan PNS dan ibu Hj Asitah, ibu rumah tangga biasa.

Edi kecil memulai pendidikan di SD Mardiyuana Serang, salah satu SD Unggulan di Serang kala itu, lulus Tahun 1968. Dalam waktu bersamaan dia juga menyelesaikan pendidikan agama di Madrasah Nurul Falah Serang. Lulus dari SMPN 1 Serang Tahun 1971, dan setamatnya dari SMAN 1 Serang Tahun 1974, Edi melanjutkan ke Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung jurusan Ilmu Sosial Politik, lulus Tahun 1981. Pendidikan baginya sangat penting, dan Tahun 2002 lulus pascasarjana Program Ilmu Pemerintahan Universitas Satyagama Jakarta.

Perjalanan karir sebagai abdi negara berawal dari seorang tenaga honorer pada Tahun 1982 di Pemkab Serang dengan gaji Rp 17.500,- untuk formasi sarjana muda saat itu. Karirnya terus meningkat pada Tahun 1984 sebagai staf Bagian Perekonomian, dan setahun kemudian dipercaya menjabat Kasubag P3R Bagian Perekonomian Pemkab Serang. Tahun 1989 sebagai Kepala Seksi PBB pada Dipenda Pemkab Serang, dan setahun berikutnya masih di dinas yang sama dipercaya memperbaiki administrasi pendataan pendapatan daerah dengan posisinya sebagai Kepala Seksi Pendataan.

Sebagai PNS, sosok Edi dinilai atasannya berkinerja sangat baik, sehingga pada Tahun 1993 dipromosikan sebagai Kepala Bagian Umum Setda Pemkab  Serang, dan setahun kemudian diangkat sebagai Sekretaris Bappeda. Pada posisi tersebut  seluruh pemikiran dan ide-ide strategisnya dicurahkan dalam merumuskan kebijakan pembangunan bidang sosial dan budaya di Pemkab Serang. Perjalanan karirnya cukup mulus, dan Tahun 1998 dipromosikan menjadi Asisten III Bidang Administrasi Pemkab Serang.  Pada posisinya itu, bersama Ir. Setia Hidayat , mempunyai peran penting dalam persiapan cikal bakal terbentuknya Kota Administratif Cilegon sebagai kota otonom.

Memulai karir pasca terbentuknya Kota Cilegon Tahun 1999, Edi langsung dipercaya sebagai Kepala Bappeda. Sejumlah dokumen perencanaan Kota Cilegon disusun sebagai payung pelaksanaan pembangunan periode transisi 1999-2000, pembangunan lima tahun pertama 2001-2005 (Renstra), serta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2000-2010. Program pembangunan Kota Cilegon periode 2000-2005 yang tercantum dalam dokumen Renstra adalah sebagai buah pikiran Edi Ariadi dan jajarannya di Bappeda. Karirnya pun terus meroket dan menempati jabatan tertinggi sebagai PNS di Lingkungan Pemkot Cilegon sebagai Sekretaris Daerah Tahun 2005-2010. Edi pun tidak mau karirnya berhenti sampai posisi Sekda, sebagai bentuk tanggung jawab dan keterpanggilan pengabdian kepada masyarakat Kota Cilegon, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Walikota dan Wakil Walikota Cilegon 2010, Edi mendampingi H.Tb.Iman Ariyadi,S.Ag,MM  sebagai Wakil Walikota  periode 2010-2014.

Penempaan mental, disiplin, dan kesehajaan orang tuanya benar-benar dijadikan Edi sebagai motivasi diri menjadi lebih baik dalam setiap langkah.  Tetapi juga diakuinya, peran keluarga terutama sang istri Hj. Lili Muflihah  dan kedua putrinya Annisa Febi dan Dwi Agustin juga berpengaruh besar dalam mendukung pencapaian posisi karirnya hingga saat ini.

Penyuka berbagai jenis musik, sepak bola dan tenis ini, perhatiannya terhadap generasi muda juga sangat tinggi, sebagai Ketua Badan Narkotika (BNK) Kota Cilegon, bersama aparat kepolisian bertekad meminimalisasi penggunaan narkoba di kalangan generasi muda. Kegemarannya di olahraga juga menempatkannya sebagai Ketua Harian KONI Kota Cilegon.