user

iman

H.Tb.Iman Ariyadi,S.Ag,MM,M.Si

" Walikota Muda Yang Cerdas dan Religius "

Muda,cerdas,energik,religius, dan berjiwa kepemimpinan, merupakan sosok yang ada pada diri Walikota Cilegon H.Tb.Iman Ariyadi. Meski terbilang cukup muda, namun beliau sarat pengalaman.

Di usia 43 tahun, ia sudah mampu memimpin pemerintahan daerah di Kota Cilegon dengan prestasi luar biasa. Dan dibawah kepemimpinannya pula berhasil menorehkan berbagai penghargaan bergengsi di tingkat nasional.

sebelum menjadi orang nomor satu di kota industri dan di usia yang masih sangat muda, ia memiliki karir politik dan berbagai pengalaman keorganisasian yang matang. Tahun 2004 menjadi angota DPRD Provinsi Banten, Aktif di partai Golkar dan memegang beberapa jabatan, yaitu Sekretaris Umum DPD Partai Golkar Provinsi Banten, dan Wakil Ketua II DPD Partai Golkar Kota Cilegon. Dan pada tahun 2009 "Pak Wakil", begitu beliau kini akrab disapa, menjadi anggota DPR-RI mewakili Provinsi Banten dari Daerah Pemilihan II Banten. Kepercayaan masyarakat Cilegon terhadap beliau yang dinilai mampu membawa Cilegon lebih maju lagi, satu tahun kemudian menghantarkannya untuk maju dalam bursa Pilkada Kota Cilegon. Pada 2010 tepatnya 20 Juli 2010 ia pun dilantik menjadi Walikota Cilegon didampingi oleh Wakil Walikota H.Edi Ariadi.

Selain memiliki karir politik yang bagus, berbagai pengalaman organisasi yang pernah menjadi dosen luar biasa di STAIN Serang ini juga terbilang mulus. Bakat kepemimpinan yang ada dalam dirinya terlihat sejak awal tahun perkuliahan. Bakat organisasi dan kepemimpinannya terus diasah dan dikembangkan di beberapa organisasi yang ada di Kota Cilegon dan Provinsi Banten, baik organisasi kepemudaan maupun organisasi perkumpulan lainnya diantaranya menjadi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten, pernah menjabat Ketua Kosma ( Komisariat Mahasiswa ), Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI ) Cabang Kabupaten Bandung, pengurus Badan Koordinasi HMI Jawa Bagian Barat, dan pernah menjadi ketua angkatan dalam pelatihan kader HMI kian menambah matang bakat kepemimpinannya. Meski menjadi Walikota, aktivitas organisasi masih berlanjut, pada 10 Februari 2011, ia dipercaya dan terpilih menjadi ketua umum KAHMI Banten.

Siapa sangka Walikota muda ini dilahirkan dari tokoh besar yang juga mantan Walikota Cilegon H.Tb.Aat Syafa'at dan Hj.Sumarliyah seorang ibu rumahtangga yang sangat tangguh dan sukses mendampingi suami. 

kedua orangtuanya bangga melihat putranya mampu menjadi orang nomor 1 di Cilegon, walaupun sebelumnya menginginkan anaknya menjadi seorang kiyai, karena pada pendidikan awal, kedua orangtuanya menyekolahkan Iman di SD Negeri II Cilegon, Kemudian dalam rangka mewujudkan impian keduanya, Iman dikirim ke Pondok Pesantren Daar El-Qalam Gintung Balaraja Tangerang untuk menimba ilmu agama yang lebih mendalam, sekaligus melanjutkan pendidikan tingkat menengah dan atas. Selesai dari Gintung tahun 1993. Walikota muda ini melanjutkan studinya ke Perguruan tinggi IAIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan mengambil Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam ( KPI ) pada Fakultas Dakwah. Tidak puas dengan gelar S1 yang dimilikinya, ia pun kuliah di Universitas Trisakti, lulus Tahun 2001 dengan menyandang gelar Magister Manajemen. Seakan haus dengan ilmu pengetahuan, pasca sarjana di Universitas Indonesia pun ia kejar dengan prestasi kelulusan yang membanggakan, yaitu cumlaude pada tahun 2009 dan saat ini walaupun dengan kesibukannya sebagai Walikota, ia tetap melanjutkan pendidikan pada program doktor atau S3 Ilmu Politik di Universitas yang sama.

Karena kecintaannya terhadap dunia pendidikan, usai lulus dari bangku kuliah, ia lebih memilih untuk mengabdi di almamaternya dengan menjadi asisten dosen.

Di samping itu, ia juga memberikan kursus Bahasa Arab untuk siswa SMA yang ingin belajar agama, dan kerap diundang sebagai penceramah di beberapa majlis taklim dan masjid ternama di Bandung dan Cilegon. Bakat Penceramah ini dapat dilihat pula dari setiap sambutan yang ia berikan, dalil dan ayat Al-Quran selalu ia sebutkan layaknya penceramah yang sudah sangat profesional.

Ia menikah pada tahun 1999 dengan Hj.ida Farida gadis asal Tangerang yang juga alumni Fakultas Dakwah IAIN Bandung. Sebagai seorang istri dari seorang aktivis, Ida sangat memahami dan mendukung karier suaminya.

Pada tahun 2000-2001, H.Tb.Aat Syafa'at ( mantan Walikota Cilegon ) dalam pandangannya adlah seorang ayah yang tegas, penuh tanggung jawab, dan tidak memanjakan anak-anaknya. Bahkan, untuk menjadi seorang pemimpin ( kepala daerah ), ia merasa harus banyak belajar dari pengalaman ayahnya yang telah sukses meniti karier dari bawah, mulai dari kepala desa, anggota DPRD, hingga Walikota.

Sejak kecil dirinya sudah ditanamkan nilai-nilai keagamaan dalam keluarga, semisal pesan ayahandanya yang selalu diingat adalah bahwa untuk menjadi seorang pemimpin, harus didasarkan atas niat ibadah, dan harus ikhlas terhadap orang yang dipimpinnya, harus didasarkan atas niat ibadah, dan harus ikhlas terhadap orang yang dipimpinnya Kota Cilegon, dapat dilihat dalam program 100 hari kerja yang ia gulirkan. Berbagai kebijakan pro rakyat ia gulirkan dengan hasil nyata. Seperti Cilegon Cerdas dan Sehat Cilegon Berwibawa, Cilegon Sejahtera, Cilegon maju dan mandiri, Cilegon berdaya saing merupakan wujud nyata dari keberhasilan awal dari kepmimpinannya.